Tidur Siang Mewah di BSP Farm

Submitted by mumunmumun on 13 December 2019   •  Destination

Tags:

Setelah mundur dari pekerjaan yang menguras emosi, saya mengiyakan sebuah ajakan dari Vira untuk semedi ke gunung. Tepatnya main ke BSP Farm yang terletak di lereng Gunung Salak, Cijeruk. Karena sudah tak berkantor, kami memutuskan ke sana pada hari kerja. Sebuah keputusan yang sangat tepat karena suasananya sepi, tidak ada tamu lain, dan saya bisa bebas tidur siang di ruang tengah. Tidur ditiup angin sepoi-sepoi, udara sejuk, tanpa ada desakan untuk bangun cepat; mungkin inilah pengalaman tidur paling nyenyak seumur hidup. Satu jam yang sangat mewah!

BSP Farm pintu penginapan
Selamat datang ke BSP Organic Farm!

 

Perkebunan atau Peternakan?

BSP Organic Farm bisa dikatakan ‘farm’ karena memiliki beberapa ekor ayam dan kambing. Namun, sebenarnya BSP ini adalah perkebunan dengan berbagai macam tanaman organik, baik yang ditanam maupun yang tumbuh liar. Terdengar biasa, terutama di zaman yang menjual gaya hidup sehat dan self-love, tetapi sebenarnya saya jadi lebih paham tentang konsep-konsep ini setelah ke BSP Organic Farm.

Jalan-jalan ke kebun teh yang tengah dikembangkan BSP Farm.

 

Pak Usaha pengelola kebun BSP Farm
Pak Usaha pengelola kebun BSP Farm.

“Kita nggak mungkin pake kompos dari kota. Kita nggak tahu apakah bahan sisa (makanan) yang digunakan untuk membuat kompos itu pernah kena pestisida atau nggak,” kata Pak Usaha, kepala perkebunan, ketika menemani kami jalan-jalan menyusuri perkebunan. Ternyata, kata organik adalah konsep yang sangat diamini di perkebunan ini. Semua proses dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia dan dipantau dengan ketat. Airnya dari mata air dan penyaringan dilakukan hanya dengan pasir. Pembuatan sumur cenderung membuat tanah turun sehingga tidak menjadi pilihan. Air ini juga yang digunakan di penginapan. Bisa diprediksi, airnya seperti air kulkas. Suwejuk!

Ketika di BSP Organic Farm, saya dan Vira menghabiskan banyak waktu berjalan kaki mengunjungi berbagai perkebunan. Sambil jalan, kami mencicipi buah-buah ranum, seperti salak dan arbei, yang sangat enak! Pengalaman paling menarik adalah berjalan di tengah kebun salak. Salaknya tidak terlalu manis, renyah, dan tidak sepat sama sekali. Mungkin itu salak terbaik yang pernah saya makan. Berjalan di tengah kebun salah cukup menantang karena pohonnya berduri, tetapi menyenangkan karena daun-daunnya menaungi jalan setapak yang kami lalui.

Di tengah kebun salak BSP Farm.

Masih banyak hasil kebun lainnya yang sempat kami cicipi, terutama yang disajikan di meja makan. Semua makanan ini, termasuk kudapan, sudah termasuk dalam biaya menginap di BSP Organic Farm. Semua menu disesuaikan dengan hasil panen yang ada. Ya, kalau ada yang kurang, mereka akan membelinya di pasar. Mereka juga realistis kok! Namun kebanyakan hasil buminya berasal dari kebun sendiri.

Buat saya yang gemar makan, bahkan rela ke Tegal demi minum teh dan makan sate kambing enak, saya sangat suka makanan yang disiapkan di BSP Farm. Bumbunya tidak tajam mungkin agar rasa bahan dasarnya lebih terasa. Kebanyakan sayur mentahnya memiliki sedikit rasa manis. Tanpa bumbu saja sudah enak dan segar. Tomatnya merah dan montok. Secara keseluruhan, masakannya saya acungkan jempol plus lidah ke udara!

Nasi bakar teri lengkap dengan tempe dan sayur asam. Sederhana tapi lezat!

Tenang! Tidak semua makanan di BSP Farm ini terbuat dari sayuran dan buah-buahan. Setiap kali makan, biasanya disediakan pilihan protein nabati seperti tahu dan tempe, atau hewani seperti telur atau ayam. Jangan tanya tentang buah dan kudapannya. Semua sukses! Singkong gorengnya renyah dan gurih, pisang rebusnya manis dan pulen, kopi dari perkebunan pun cukup nendang dan tidak asam.

 

Kegiatan Selain Makan dan Bertani

Kegiatan lain yang kami lakukan adalah berjalan ke penangkaran elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di pinggiran Taman Nasional Gunung Halimun. Ini sedikit menantang karena Pak Usaha mengajak kami melewati jalur rahasia yang jarang dilalui orang. Sepanjang perjalanan, Pak Usaha menunjukkan beberapa spesies tanaman yang berguna buat kehidupan sehari-hari dan tanaman yang bisa dijadikan bahan mabuk (penasaran, kan?).

Hutan pinus di batas Taman Nasional Gunung Halimun.

Mendekati penangkaran, kami melewati hutan pinus. Kami hanya sebentar di sana karena saya sudah tidak sabar untuk bertemu para elang dalam penangkaran. Kami melihat 5 elang dalam kandang masing-masing, dua di antaranya elang Jawa. Tinggi rata-rata mungkin 50 cm dengan perawakan macho, saya gemas dan segan sekaligus.

Kombinasi macho dan menggemaskan.

Tentang Tidur Siang

Selama 3 hari 2 malam di BSP Farm, saya selalu tidur setelah makan siang. Selain karena kekenyangan dan memang ingin tidur, ruang tengah farmstay ini sangat nyaman. Kalau tidur di kamar kan sudah biasa. Kali ini saya puas-puasin tidur di ruang tengah mumpung lagi tak ada tamu lain. Luas ruangannya sekitar 10×10 meter, diisi 3 set kursi dan sofa empuk. Salah satu sisi ruangan menghadap lereng Gunung Salak dengan pemandangan di kiri hulu ngarai dengan hutan lebat dan  kanan hilir lereng, kota Cigombong.

Ruang tengah tempat tidur siang bersejarah.

Ketika itu, mulai masuk musim hujan, sehingga cuaca cukup berangin dan udara semakin dingin. Saya tertidur lelap dalam sekejap mata. Saya memang ahli tidur, tapi jujur saja, tidur di sini saya lebih cepat hilang ke alam mimpi. Sungguh pengalaman yang patut saya ulang kembali!

Vira sketching di balkon penginapan.

 

Tentang Hidup Sehat

Satu hal lagi yang saya sadari ketika menginap di BSP Organic Farm adalah bahwa gaya hidup sehat juga mencakup beberapa hal lain, seperti kualitas alam sekitar yang alami, istirahat cukup, dan sadar asal-usul makanan kita. Untuk saya, ternyata rasa itu memberikan kenyamanan tersendiri.

Berjalan di antara kembang kol dan kale.

 

Kamar yang Bikin Betah

Akomodasi di BSP Farm ada beberapa macam kamar. Ada yang tipe dormitory dengan kamar mandi luar ataupun kamar mandi dalam, dan kamar private hanya untuk 2 orang. Ada juga rumah-rumah kecil di tengah perkebunan untuk beberapa orang, yang dinamakan Rumah Salak dan Rumah Atas Sawah.

Desain farmstay secara keseluruhan berkesan bersih dan sederhana, mungkin karena banyak menggunakan warna putih. Tapi jauh dari membosankan karena sarung bantal, sofa, dan dekorasi lainnya memberikan aksen yang hidup dengan warna-warni sejuk serta motif geometris. Kesan keseluruhan buat saya: manis, sederhana, dan nyaman. Kalau dalam istilah sehari-hari: gemeeeess! Walaupun sudah bosan dengan istilah ini, sulit untuk tidak bilang bahwa BSP Farm ini instagramable.

Salah satu kamar twin di BSP Farm yang menggemaskan.

 

Kamar dormitory BSP Farm.

Waktu kami posting pengalaman di BSP Farm di Instastory dan feed Instagram, lumayan banyak teman yang menanyakan informasi tentang menginap di sana. Mungkin kamu juga tertarik?

Info harga bisa dilihat di website bspfarm.com, tapi untuk gambaran sekilas:

Kamar pribadi Rp650.000,00/orang

Dormitory Rp550.000,00/orang

Masing-masing sudah termasuk makanan 3 kali sehari dan kudapan.

Kalau kamu datang dengan rombongan, mereka bisa menyalakan api unggun sekalian bakar jagung, lho!

 

Cara ke BSP Farm dari Jakarta

Transportasi umum

Kami menggunakan KRL hingga stasiun Bogor. Dari Bogor, kami jalan kaki ke Stasiun Paledang yang berada di seberang stasiun Bogor, di jalan kecil di tengah ruko-ruko. Lokasinya memang aneh, tapi terima aja! Perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta ke Cigombong. Harga tiket kelas Ekonomi Rp30.000,00 dan Eksekutif Rp70.000,00. Kami memilih kelas Ekonomi karena perjalanannya hanya sekitar 1 jam dan gerbongnya ber-AC.

Dari Stasiun Cigombong, opsinya menggunakan ojek atau sewa angkot dengan destinasi ‘Kapol’. Armada takol dan ojol masih sangat terbatas. Harga tergantung kemampuan menawar.

Kendaraan pribadi

Jika menggunakan mobil pribadi, bisa menggunakan tol Bocimi dan keluar di Cigombong. Perjalanan berikut bisa menggunakan peta daring dengan lokasi destinasi ‘BSP Organic Farm.

Area tidur siang dan ruang tengah di BSP Farm.
Menyelesaikan PR Indohoy di ruang tengah BSP Farm.
Belajar membuat wadah benih dari daun pisang.
Main ke pembibitan bunga yang berfungsi sebagai penarik perhatian serangga.
Seneng tapi kok bunganya mau jatuh gitu?
Jenis kamar untuk tiga orang di BSP Farm.
Terlalu nyaman di kamar sendiri.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments